-->

Notification

×

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Soroti Penebangan Liar Penyebab Banjir Bandang di Sumatera Utara

Saturday, 6 December 2025 | December 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-16T05:48:46Z

 


SPEKTRUMID_ Jakarta, 5 Desember 2025 – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa Kang Dedi, angkat bicara terkait bencana banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah Sumatera Utara sejak 24 November 2025. Bencana tersebut telah menewaskan puluhan orang di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan sekitarnya, dengan ribuan warga terpaksa mengungsi.

Kang Dedi menyoroti penyebab utama dari banjir bandang ini, yaitu kayu gelondongan yang memenuhi aliran sungai. Ia menyatakan bahwa salah satu pemicu ekstremnya genangan air adalah dampak dari penebangan liar yang merusak ekosistem sungai. Dalam komentarnya, Kang Dedi menyindir bahwa pohon di hutan tidak akan pernah melakukan "bunuh diri massal", sebuah sindiran yang menandakan penebangan liar sebagai akar masalah yang harus diatasi.

"Banjir bandang di Sumut disebabkan oleh terganggunya aliran sungai akibat sampah, kayu gelondongan, dan pembangunan tidak terkendali di bantaran sungai. Aktivitas ilegal di daerah aliran sungai ini mengganggu ekosistem alami secara signifikan," ujarnya.

Menurut catatan Walhi Sumut, deforestasi ekstrem di sekitar Batang Toru menjadi faktor utama penyebab bencana ini. Video yang beredar menunjukkan sejumlah pohon hanyut, memperlihatkan kerusakan hutan yang masif. Kang Dedi setuju dengan pernyataan tersebut dan menambahkan bahwa penebangan liar memperparah dampak perubahan iklim, yang memicu hujan deras.

Banjir bandang ini tidak hanya merusak kehidupan masyarakat, tetapi juga menghancurkan infrastruktur penting, termasuk jaringan telekomunikasi dan listrik yang terputus di empat wilayah utama. Dalam menghadapi masalah ini, Kang Dedi menyerukan agar penertiban ketat terhadap pelaku penebangan liar dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di musim hujan yang akan datang.

Kang Dedi juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mitigasi bencana nasional. "Upaya berkelanjutan diperlukan untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai pengendali banjir di Sumatera Utara," katanya.

Lebih lanjut, Kang Dedi mengajak semua pihak untuk introspeksi diri agar tidak mengulangi peristiwa serupa di masa depan. "Hampir rata-rata kerusakan hutan dan bergelimpangannya pohon disebabkan oleh penebangan yang direncanakan. Mari kita melakukan introspeksi diri agar tidak mengulangi peristiwa itu lagi, bukan malah membuat narasi pembenaran diri," tegasnya.

Dengan kejadian ini, Kang Dedi berharap masyarakat dan pemerintah lebih sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan mencegah kerusakan lingkungan yang dapat memicu bencana di masa depan.

×
Berita Terbaru Update
Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...