Spektrum Id New York, 30 Juli 2025 — Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Aminata Nasir, menyerukan tindakan konkret dan tegas dalam mendukung solusi dua negara sebagai jalan damai dan adil untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina. Seruan ini disampaikan dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai implementasi solusi dua negara di New York.
Dalam sambutannya, Aminata menyampaikan apresiasi kepada Prancis dan Arab Saudi atas penyelenggaraan konferensi penting ini. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar diskusi diplomatik, melainkan pertemuan untuk memperjuangkan kemanusiaan dan menuntut keadilan bagi rakyat Palestina yang telah dirampas hak-haknya selama lebih dari tujuh dekade.
“Setiap hari, jumlah korban jiwa meningkat. Warga sipil tewas saat mengantre makanan. Ketika bantuan pangan menjadi hukuman mati, seberapa parahkah keadaannya sebelum kita bertindak?” tegasnya di hadapan para delegasi.
Aminata menyoroti bahwa Indonesia, sebagai Ketua Bersama Roundtable on Security bersama Italia, terus menyuarakan solidaritas, prinsip, dan tindakan. Ia menyatakan bahwa masa depan Timur Tengah tidak boleh didasarkan pada realitas satu negara yang dibangun di atas aneksasi dan apartheid, melainkan pada solusi dua negara di mana Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai dan aman berdasarkan perbatasan 1967 dan hukum internasional.
Lebih lanjut, Indonesia menyambut baik kepemimpinan hampir 30 negara yang menyerukan diakhirinya perang di Gaza, serta mendukung berbagai inisiatif global untuk pengakuan negara Palestina. Ia menegaskan bahwa pengakuan terhadap Palestina bukanlah gestur simbolis, melainkan kewajiban hukum internasional.
“Mengakui Palestina berarti memperjuangkan keadilan. Mengakui Palestina berarti percaya pada Piagam PBB. Solusi dua negara dimulai dengan pengakuan politik,” ujarnya.
Aminata juga menekankan pentingnya gencatan senjata segera sebagai keharusan moral, perlindungan terhadap warga sipil, dan aliran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan. Ia mengungkapkan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi secara langsung dalam proses perdamaian, termasuk dengan menyediakan personel untuk mendukung pasukan stabilisasi di Gaza di bawah mandat PBB.
Dalam bagian akhir pidatonya, Aminata menyatakan bahwa masa depan Palestina harus ditentukan oleh rakyat Palestina sendiri. Ia menolak segala bentuk upaya penggusuran paksa dan penundaan terhadap hak kedaulatan mereka.
“Negara Palestina yang kuat dan bersatu dengan kendali penuh atas wilayah dan institusinya adalah fondasi bagi perdamaian yang berkelanjutan,” ucapnya, seraya menambahkan bahwa Indonesia terus berinvestasi pada generasi muda Palestina melalui program pendidikan.
Menutup pidatonya, Aminata menyerukan langkah-langkah konkret dan kerja sama global untuk mewujudkan solusi dua negara yang adil dan damai. “Indonesia siap. Bekerja samalah dengan semua negara untuk tujuan ini,” pungkasnya.
Konferensi ini diharapkan menjadi titik balik dalam upaya internasional mengakhiri konflik berkepanjangan dan membuka jalan bagi terbentuknya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
.gif)
