Spektrumid, Lingga- Sejak penyelenggaraan bazar di pecah menjadi dua titik, satu di lokasi lama dan satu lagi di lokasi baru sebelah Gedung olahraga (Juang), para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berjualan di lokasi lama merasa tak nyaman karena pemasukan mereka menurun drastis, baik itu penjual makanan ringan maupun makanan berat, termasuk pemilik mainan sebagai daya tarik pengunjung.
Mereka pun mempertanyakan sikap Camat Singkep, Agustiar mengenai pemisahan lokasi bazar di kawasan implasmen ex PT.Timah Dabo Singkep itu.
Para penjual mengaku, pendapatnnya menurun drastis
sejak ada stan bazar dilokasi baru dari sebelumnya satu malam keuntungan 1,5 juta rupiah kini hanya mencapai 600 ribu rupiah saja.
Salah satunya adalah Paino penjual kue. Menurutnya pembeli jadi minim akibat terpecahnya konsentrasi pengujung. Ia pun berharap kondisi ini tak berlangsung lama tentu dengan adanya segera sikap bijak dari Camat Singkep.
"Lebih baik di satukan saja lagi stan bazar umkm dan stan permainan, agar pembeli tidak terpecah konsentrasinya," kata Paino.
Sementara Camat Singkep, Agustiar selaku pemberi izin stan bazar umkm implasmen timah dabo singkep menegaskan, stan baru di samping gedung juang implasmen timah dabo singkep di peruntukan hanya permainan dan lima stan jualan makanan saja. Dirinya juga mengaku tidak mengizinkan ada jualan di bawah gudang ex timah lantaran bangunan tua rawan roboh.
Agustiar berjanji akan segera menyelesaikan perselisihan, namun dengan kesepakatan yang sudah rencanakan.
"Menindak lanjuti keluhan penjual dan masyarakat, besok semua stan akan saya kumpulkan rapat ulang untuk kemungkinan akan kembali disatukan," katanya.
Berdasarkan pengamatan hingga Rabu sore 11/2/2026, tampak muncul stan-stan baru yang semakin menjamur terutama dilokasi yang rawan terdampak robohnya bangunan tua ex PT Timah Dabo Singkep (Dd).
.gif)