Spektrumid,Lingga- Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di komplek ex implasmen Timah Dabo Singkep, pertanyakan komitmen Camat Singkep, Agustiar terkait keberadaan bazar umkm di sebelah gedung Juang, kawasan implasmen ex Timah Dabo Singkep.
Kondisi bazar UMKM di implasmen Timah Dabo Singkep yang terpecah mejadi dua bazar, membuat pemasukan menurun drastis. Baik itu penjual makanan ringan maupun makanan berat, termasuk pemilik mainan sebagai daya tarik pengunjung.
Seperti yang dirasakan beberapa pelaku UMKM baik itu jualan makanan ringan dan makanan berat, di implasmen timah dabo singkep kabupaten lingga lingga.
Penjual prata Topik Daeng, saat di jumpai Rabu 11/02/2026 di dabo singkep, sejak stan bazar terbagi dua penjualan menurun drastis.
"Penjualan menurun drastis yang sebelumnya satu malam keuntungan 1,5 juta rupiah, kini hanya mencapai 600 ribu rupiah", ungakap Topik Daeng
.
Senada hal yang sama disampaikan penjual seblak prasmanan, Akaknis, pembeli jadi minim sebagian akibat terpecah konsentrasi di dua stan.
"Lebih baik di satukan saja lagi stan bazar umkm dan stan permainan, agar pembeli tidak terpecah konsentrasinya", kata Akanis.
Sementara camat singkep, agustiar, selaku pemberi izin stan bazar umkm implasmen timah dabo singkep saat di hubungi via wa Rabu 11/02/2026, adanya stan baru untuk menyelesaikan perselisihan, namun dengan kesepakatan yang sudah rencanakan.
"Stan baru di samping gedung juang implasmen timah dabo singkep, hanya diperbolehkan permainan dan lima stan jualan makanan", tegas Agustiar, Camat Singkep.
"Saya juga tidak mengizinkan ada jualan di bawah gudang ex timah, mengingat bangunan tua rawan roboh", lanjut Agus.
"Besok semua stan akan saya kumpulkan rapat ulang, menindak lanjuti keluhan penjual dan masyarakat, kemungkinan akan kembali disatukan", tutupnya.
.gif)