Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina melalui pembentukan Board of Peace, sebuah badan internasional yang secara resmi dibentuk melalui penandatanganan piagam di Davos, Jumat (23/1).
Penandatanganan piagam Board of Peace turut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas undangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menlu Sugiono menyampaikan bahwa pembentukan badan ini merupakan langkah konkret dan strategis dalam upaya penyelesaian konflik di Gaza secara khusus dan Palestina secara umum.
“Pembentukan Board of Peace merupakan langkah nyata dan konstruktif yang lahir dari proses panjang diplomasi internasional,” ujar Menlu Sugiono kepada awak media.
Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini berakar dari proposal perdamaian yang disampaikan Presiden Donald Trump pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun lalu di New York. Proposal tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pertemuan internasional di Sharm El-Sheikh, Mesir, serta diperkuat dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803.
“Dengan ditandatanganinya piagam hari ini, Board of Peace secara resmi telah lahir sebagai sebuah badan internasional,” tegasnya.
Menlu Sugiono menjelaskan bahwa Board of Peace akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap administrasi pemerintahan, stabilisasi keamanan, serta proses rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza yang dilakukan secara bertahap. Selain itu, badan ini juga akan mengawasi mekanisme pemerintahan transisi di Palestina yang dijalankan oleh unsur-unsur teknokrat untuk memastikan keberlangsungan fungsi administrasi di Gaza.
Terkait partisipasi Indonesia, Menlu Sugiono menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace merupakan wujud langkah strategis, konstruktif, dan konkret dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta upaya penyelesaian konflik di Gaza dalam waktu dekat.
“Kami berharap pasca pembentukan Board of Peace ini, dalam waktu satu minggu perbatasan Rafah dapat segera dibuka untuk jalur bantuan kemanusiaan, serta dibentuk international stabilization force sebagai bagian dari proses menuju perdamaian di Gaza,” ujarnya.
Lebih lanjut, Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara yang realistis dan berkelanjutan. Menlu Sugiono menyatakan bahwa kemerdekaan Palestina dan pengakuan atas kedaulatannya merupakan prinsip yang selama ini secara konsisten diperjuangkan Indonesia di berbagai forum internasional.
“Board of Peace saat ini menjadi salah satu alternatif konkret yang dapat diharapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Kehadiran Indonesia di dalamnya juga merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap diplomasi Indonesia, posisi Indonesia, serta pandangan Indonesia mengenai perdamaian dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah,” tambahnya.
Menlu Sugiono menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa fokus utama Indonesia dalam piagam dan pembentukan Board of Peace adalah memastikan tercapainya kemerdekaan dan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.(FR)
Source : Mofa Indonesia
.gif)