-->

Notification

×

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Wapres Gibran Hadiri Penutupan Muktamar XI Hima Persis di Pekanbaru: Dorong Transformasi Anak Muda untuk Umat dan Bangsa

Monday, 28 July 2025 | July 28, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-28T14:03:51Z


Spektrum Id  Pekanbaru,28 Juli 2025 — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menghadiri secara langsung penutupan Muktamar XI Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) yang digelar di Pekanbaru, Riau, Minggu (28/7). Dalam suasana penuh semangat dan keakraban, Wapres Gibran menyampaikan sejumlah pesan penting mengenai peran strategis anak muda dalam menghadapi tantangan bangsa, sekaligus menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto.

Disambut meriah oleh ribuan kader Hima Persis dengan yel-yel khas, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi atas soliditas dan militansi kader muda Persis. "Yang merah-merah biasanya persaudaraannya kuat, militansinya juga kuat. Selamat atas terselenggaranya Muktamar XI ini. Semoga kepemimpinan baru bisa berjalan beriringan dengan yang lama, sebagaimana yang dicontohkan Presiden Prabowo," ujar Gibran.

Wapres juga menyoroti kehadiran lengkap tokoh-tokoh penting, termasuk Gubernur Riau, jajaran Forkopimda, anggota DPR RI, DPD RI, dan para pimpinan Persis. "Ini menunjukkan kuatnya pengaruh dan peran Hima Persis di tengah masyarakat," katanya.




Tinjau Penanganan Karhutla dan Pencairan BSU

Di sela-sela kunjungannya, Wapres Gibran juga meninjau Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau. Ia menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras Forkopimda dalam menanggulangi kebakaran yang telah menurun 85 persen dalam satu dekade terakhir. "Pelaku pembakaran juga telah ditangkap, 51 tersangka diamankan. Ke depan kita harap kasus ini bisa nol persen," tegasnya.

Selain itu, Wapres menyempatkan diri memantau pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Ia mengimbau agar proses penyaluran dilakukan transparan, tepat sasaran, dan tanpa potongan. "Saya titip agar bantuan ini digunakan untuk hal-hal produktif. Di Pekanbaru, penyaluran sudah hampir 100 persen dan patut diapresiasi," ujarnya.

Sekolah Rakyat, Solusi Putus Rantai Kemiskinan

Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengunjungi Sekolah Rakyat—program baru berbasis asrama yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo. Sekolah ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, dengan konsep pendidikan berasrama dan makan tiga kali sehari.

"Kita ingin anak-anak dari keluarga kurang mampu punya semangat juang, mental pejuang seperti teman-teman Hima Persis. Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat pembentukan karakter dan kemandirian," kata Gibran.

Ia juga mengajak Hima Persis untuk ikut mengawal program tersebut dan memberikan kritik serta saran demi perbaikan berkelanjutan.

Tantangan Transformasi: Teknologi, AI, dan Bonus Demografi

Mengangkat tema Muktamar "Transformasi Hima Persis untuk Kedikdayaan Umat dan Bangsa", Gibran mengajak kader muda untuk siap menghadapi disrupsi global, seperti perubahan iklim, konflik geopolitik, serta perkembangan teknologi termasuk AI, big data, dan blockchain.

Ia menekankan pentingnya transformasi digital dan adaptasi anak muda terhadap kemajuan zaman. "Kalau kalian sudah pakai JGPT atau Meta AI, artinya kalian sudah bagian dari perubahan. Tapi kita harus lebih dari itu. Harus jadi pemain, bukan penonton," ujarnya.

Bonus demografi juga disorot sebagai peluang emas Indonesia menuju 2045. "68 persen penduduk kita nanti adalah usia produktif. Kalau kita tidak siap, peluang ini bisa jadi bencana. Maka transformasi harus jadi kata kunci," tegasnya.




Penutup: Harapan dan Pantun

Mengakhiri pidatonya, Gibran berpesan agar seluruh kader Hima Persis tidak lelah bertransformasi. “Jangan berhenti bertransformasi agar umat dan bangsa makin dikdaya,” tuturnya, disambut tepuk tangan peserta.

Ia juga menutup sambutannya dengan dua pantun:

Burung pelikan, burung camar,
Melihat oasis bermandi cahaya.
Bersama kita sukseskan muktamar,
Agar Hima Persis terus berkarya.

Beras dimasak menjadi nasi,
Nikmat dimakan dengan sayur daun pepaya.
Jangan berhenti bertransformasi,
Agar umat dan bangsa makin dikdaya.

Penutupan Muktamar XI Hima Persis ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya kader-kader pemimpin muda yang siap berperan aktif dalam membawa perubahan positif bagi Indonesia ke depan.

×
Berita Terbaru Update
Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...