PEKANBARU – Dalam Podcast DTV, Sekretaris Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia DPD Riau, Rizon, memaparkan berbagai strategi pengembangan industri pariwisata di Provinsi Riau, termasuk melalui pelaksanaan Riau Travel Mart (RTM) ke-6 yang digelar pada 7 hingga 9 Mei 2026 di Pekanbaru.
Dalam perbincangan bersama host DTV, Rizon menjelaskan bahwa RTM menjadi ajang strategis mempertemukan pelaku industri pariwisata dari berbagai daerah hingga mancanegara dalam konsep business to business (B2B).
“Riau Travel Mart ini merupakan kegiatan business to business atau B2B. Jadi mempertemukan seller dan buyer dari berbagai daerah bahkan luar negeri untuk saling bertukar informasi dan menjalin kerja sama bisnis pariwisata,” ujarnya.
Menurutnya, RTM ke-6 diikuti sekitar 65 seller dan lebih dari 100 buyer lokal yang berasal dari travel agent di Pekanbaru maupun kabupaten/kota di Riau. Para seller datang dari berbagai daerah seperti Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatera hingga negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, India, dan Turki.
Dalam Podcast DTV tersebut, Rizon juga mengungkapkan bahwa Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia DPD Riau memiliki sejarah penting dalam perkembangan ASPI secara nasional.
“DPD Riau punya andil tersendiri di ASPI. Penggagas Travel Mart pertama itu dari Riau, termasuk pencipta lagu Mars ASPI juga dari teman-teman DPD Riau,” katanya.
Ia menjelaskan, ASPI merupakan organisasi yang menaungi berbagai pelaku usaha penunjang sektor pariwisata, mulai dari travel agent, hotel, restoran, transportasi wisata, UMKM, hingga perbankan dan asuransi.
“ASPI ini fleksibel. Semua sektor penunjang pariwisata bisa bergabung karena semuanya saling mendukung,” jelasnya.
Selain membahas kegiatan Travel Mart, Rizon juga menyoroti kondisi pariwisata di Riau yang dinilai memiliki potensi besar, baik wisata sejarah, budaya, religi maupun wisata alam. Namun menurutnya, masih diperlukan peningkatan akses jalan dan fasilitas dasar di sejumlah objek wisata.
“Objek wisata di Riau sebenarnya banyak dan bagus. Tinggal bagaimana akses menuju lokasi diperbaiki dan fasilitas dasar seperti toilet, musala, dan tempat istirahat dibuat layak agar pengunjung nyaman,” ungkapnya.
Dalam podcast tersebut, Rizon turut menyoroti potensi wisata bisnis atau MICE di Kota Pekanbaru yang dinilai terus berkembang seiring tingginya aktivitas penerbangan dan kegiatan pertemuan di ibu kota Provinsi Riau itu.
Ia menyebut para pelaku wisata kini mulai aktif menawarkan paket city tour, wisata sejarah, wisata kuliner hingga susur Sungai Siak kepada tamu-tamu yang datang ke Pekanbaru.
Tak hanya itu, ASPI DPD Riau juga tengah mempersiapkan agenda Tourism Expo yang akan digelar pada Juli 2026 di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Pekanbaru dan terbuka untuk umum.
Sementara untuk Riau Travel Mart ke-7, ASPI DPD Riau berencana kembali menggelarnya pada tahun 2028 dengan konsep yang lebih besar dan inovatif.
“Ke depan kami ingin program tournya tidak hanya half day, tetapi full day agar tamu yang datang bisa menikmati lebih banyak destinasi wisata di Riau,” tutup Rizon dalam Podcast DTV.
.gif)