New York City — Wali Kota terpilih New York City, Mamdani, menyampaikan pidato penting menjelang pelantikannya yang akan digelar pada Selasa (waktu setempat). Dalam pernyataannya, Mamdani menegaskan komitmennya untuk membenahi sistem pendidikan publik yang selama ini dinilai masih menghadapi berbagai tantangan serius.
“Besok saya akan mengucapkan sumpah dan menjadi Wali Kota New York City. Masa depan baru terasa sangat dekat,” ujar Mamdani di hadapan media. Namun ia menekankan bahwa bagi banyak warga New York, khususnya orang tua, siswa, dan pendidik, masa depan belum sepenuhnya dipandang dengan optimisme.
Mamdani mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingkat literasi siswa. Meski mengalami peningkatan, data menunjukkan hampir 45 persen anak kelas 3 hingga 8 masih belum mahir membaca. Selain itu, sistem sekolah negeri New York disebutnya sebagai salah satu yang paling tersegregasi di Amerika Serikat, di mana anak-anak dari latar belakang berbeda belum mendapatkan kesempatan belajar yang setara.
Ia juga menyoroti kondisi ruang kelas yang padat, fasilitas sekolah yang membutuhkan perbaikan, serta persoalan sosial yang dihadapi siswa dan tenaga pendidik. “Banyak siswa yang tidak memiliki rumah untuk kembali setelah sekolah, dan banyak guru yang kesulitan menjalani kehidupan layak di kota ini dengan gaji mereka,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mamdani secara resmi menunjuk Kamar Samuels sebagai Kanselir Sekolah New York City yang baru. Menurutnya, momentum saat ini membutuhkan generasi kepemimpinan baru dengan pemahaman mendalam terhadap sistem pendidikan dan visi transformatif.
Kamar Samuels memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan, mulai dari guru di Bronx, kepala sekolah, hingga pengawas distrik di Brooklyn dan Manhattan. Mamdani menilai pencapaiannya sangat konkret, termasuk keberhasilan mengamankan pendanaan jutaan dolar untuk integrasi sekolah dan meningkatkan tingkat literasi hingga 5 persen hanya dalam satu tahun.
“Kamar akan memimpin dengan dua nilai yang terlalu langka dalam pelayanan publik: transparansi dan akuntabilitas,” tegas Mamdani.
Terkait kebijakan kendali wali kota atas sistem pendidikan, Mamdani mengakui pernah bersikap skeptis. Namun kini ia menilai publik perlu kejelasan tentang siapa yang bertanggung jawab penuh. Ia menegaskan pendekatan kendali wali kota ke depan tidak bersifat seremonial, melainkan nyata dan dapat ditindaklanjuti.
Pemerintahannya berencana memperkuat peran orang tua, guru, dan siswa dalam pengambilan keputusan, termasuk menata ulang mekanisme rapat sekolah agar lebih inklusif bagi orang tua yang bekerja.
“Tujuan kami tetap sama, yakni meningkatkan kualitas pendidikan publik,” tutup Mamdani.(Fr)
Sorce : Router
.gif)