New York City — Wali Kota New York City, Mamdani, menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan yang “luas dan berani” sejak hari pertama menjabat. Hal tersebut disampaikan Mamdani dalam pidato resminya di Balai Kota yang menandai awal kepemimpinannya.
“Mulai hari ini, kami akan memerintah secara luas dan audacious. Kami mungkin tidak selalu berhasil, tetapi kami tidak akan pernah dituduh kekurangan keberanian untuk mencoba,” tegas Mamdani, disambut tepuk tangan hadirin.
Dalam pidatonya, Mamdani secara tegas menolak pandangan bahwa era pemerintahan dengan peran besar telah berakhir. Ia menegaskan bahwa Balai Kota tidak akan ragu menggunakan kewenangannya untuk meningkatkan kualitas hidup warga New York.
“Tidak akan ada lagi keraguan dari Balai Kota untuk menggunakan kekuasaan yang dimiliki demi memperbaiki kehidupan warga New York,” ujarnya.
Mamdani menilai momen kepemimpinannya sebagai kesempatan langka untuk melakukan transformasi dan pembaruan menyeluruh. Menurutnya, perubahan kali ini tidak hanya digerakkan oleh elite, tetapi langsung berada di tangan rakyat.
Ia juga mengakui bahwa dalam sejarah, banyak peluang besar kerap terbuang akibat keterbatasan visi dan ambisi yang kecil. Karena itu, kepemimpinannya ingin menjawab keraguan publik terhadap kemampuan kelompok progresif dalam memerintah.
“Mereka ingin tahu apakah pemerintahan progresif bisa berjalan, apakah persoalan yang membebani kehidupan mereka dapat diselesaikan, dan apakah masih pantas untuk berharap kembali,” kata Mamdani.
Mengakhiri pidatonya, Mamdani mengajak seluruh warga untuk berdiri bersama membawa semangat perubahan. Ia menegaskan New York City akan kembali menjadi contoh bagi dunia.
“Kita akan melakukan apa yang selalu dilakukan warga New York dengan baik: menjadi teladan bagi dunia,” tutupnya, kembali disambut tepuk tangan.(fr)
Sorce : routers
.gif)