JAYAPURA – Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim menyampaikan bahwa rencana kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, ditunda dan akan dijadwalkan ulang menyusul pertimbangan situasi keamanan di wilayah tersebut. Informasi ini dilansir dari Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden.
Mayjen TNI Amrin Ibrahim menjelaskan bahwa secara umum rangkaian kunjungan Wakil Presiden di Papua berjalan dengan lancar. Wapres telah melaksanakan kunjungan di Biak dan Wamena, sementara kunjungan ke Yahukimo semula direncanakan menjadi agenda berikutnya.
“Secara umum kunjungan Bapak Wakil Presiden di Papua berjalan dengan lancar. Yang pertama di Biak, yang kedua di Wamena, dan yang ketiga direncanakan beliau akan berkunjung ke Yahukimo,” ujar Pangdam.
Ia menegaskan bahwa Wakil Presiden memiliki keinginan kuat untuk mengunjungi Yahukimo guna menyapa masyarakat serta meninjau langsung pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Bapak Wakil Presiden sangat ingin berkunjung ke Yahukimo, untuk menyapa masyarakat dan melihat pembangunan-pembangunan yang sudah dilaksanakan,” lanjutnya.
Namun demikian, Pangdam selaku Komandan Satuan Tugas Pengamanan VVIP menyampaikan bahwa berdasarkan pertimbangan intelijen hingga pagi hari, kondisi keamanan di Yahukimo dinilai belum memungkinkan untuk pelaksanaan kunjungan VVIP.
“Dengan mempertimbangkan situasi keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya selaku Komandan Satgas Pengamanan VVIP menyarankan kepada Bapak Wakil Presiden untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo,” tegas Amrin.
Ia menjelaskan bahwa terdapat indikasi adanya pergerakan kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab di wilayah tersebut yang berpotensi mengganggu keamanan.
“Dari pertimbangan intelijen, kami melihat adanya gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Berdasarkan pertimbangan kami, hal tersebut sangat tidak memungkinkan untuk keamanan VVIP,” jelasnya.
Atas dasar itu, TNI merekomendasikan agar kunjungan Wakil Presiden ke Yahukimo dilakukan penjadwalan ulang. Pangdam menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil semata-mata demi menjaga keselamatan dan keamanan.
“Kami menyarankan untuk dilakukan penjadwalan kembali, karena masyarakat Yahukimo tentunya sangat ingin bertemu dengan Bapak Wakil Presiden,” pungkasnya.
.gif)