“Ini pertama kalinya. Dan karena ini pertama kali, jadi SEA Games tahun ini menjadi cabang olahraga demonstrasi,” ujar Randi dalam keterangannya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 5 Desember 2025.
Sebagai bagian dari tim Indonesia, Randi mengungkapkan bahwa negara akan mengirimkan 18 atlet dan empat ofisial untuk bertanding dalam debut internasional piring terbang ini. Randi menambahkan bahwa meskipun ini adalah pengalaman pertama, tim Indonesia akan berusaha tampil maksimal dan menargetkan kemenangan. “Target tentu kita pengen juara gitu ya, tapi persiapannya itu harus sangat keras. Setiap hari dalam seminggu, kami latihan 3-4 kali di lapangan softball, di GBK,” katanya.
Komposisi tim Indonesia untuk cabor ini cukup beragam, dengan atlet yang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bali, Papua, hingga pemain yang berbasis di luar negeri. Menurut Randi, meskipun jarak yang memisahkan, tantangan terbesar adalah menyatukan mereka dalam satu strategi permainan yang solid.
“Nah menyatukannya lewat meeting, lewat materi training yang disamakan, supaya mereka bisa meresapi apa yang dilatih tim, fokus dengan tujuan yang sama,” lanjut Randi.
Piring terbang, yang dimainkan dengan format tujuh melawan tujuh, sebenarnya bukan olahraga baru di Indonesia. Namun, pengembangan komunitas olahraga ini sempat terbatas karena mayoritas pemain berasal dari sekolah-sekolah internasional. Seiring waktu, sejak 2018-2019, Indonesia mulai merekrut lebih banyak pemain lokal untuk memperluas jangkauan olahraga ini. “Strategi kami di tahun ini, kami masuk di beberapa sekolah-sekolah swasta, dan mulai memperkenalkan piring terbang kepada generasi muda,” ucap Randi.
Dengan semangat tinggi dan persiapan yang matang, tim piring terbang Indonesia siap untuk memberikan yang terbaik di SEA Games 2025, menjadikan momen ini sebagai langkah awal menuju kesuksesan lebih besar di tingkat internasional.