Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato penuh ketegasan dan semangat nasionalisme saat berdiri di depan tumpukan uang triliunan rupiah hasil penyelamatan keuangan negara. Momen tersebut menjadi simbol kuat komitmen pemerintah dalam menjaga dan mengembalikan kekayaan negara yang selama ini dirampas oleh praktik kejahatan dan korupsi.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu dan tidak akan mundur dalam menyelamatkan aset negara demi kepentingan rakyat Indonesia.
“Kita akan selamatkan kekayaan negara dengan tidak ada keragu-raguan,” tegas Prabowo di hadapan jajaran pejabat dan aparat negara.
Uang triliunan rupiah yang dipajang di lokasi acara merupakan hasil kerja keras Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) bersama kejaksaan, kepolisian, TNI, serta kementerian terkait. Presiden menyebut kerja lintas lembaga tersebut sebagai contoh nyata persatuan dan teamwork negara dalam membela kepentingan nasional.
Presiden Prabowo secara khusus memberikan penghormatan kepada Satgas PKH yang dinilainya telah bekerja dengan penuh keberanian dan integritas.
“Terima kasih Satgas PKH, terima kasih keberanian saudara. Saudara-saudara menurut saya adalah pendekar-pendekar sejati. Kalian adalah patriot-patriot sejati,” ujar Presiden.
Ia menegaskan bahwa perjuangan menyelamatkan kekayaan negara bukanlah tugas yang mudah, namun merupakan jalan yang benar dan bermartabat.
“Jangan gentar, jangan surut semangat kita. Kita berada di jalan yang benar. Kita berada di jalan yang mulia. Kita membela kebenaran dan keadilan,” kata Prabowo dengan suara lantang.
Presiden menekankan bahwa seluruh upaya penegakan hukum ini pada akhirnya ditujukan untuk melindungi kepentingan jutaan rakyat Indonesia, bukan kepentingan segelintir elite.
“Kita membela kepentingan jutaan rakyat Indonesia,” tegasnya.
Dalam pidato tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Jaksa Agung atas kepemimpinannya dalam mengawal upaya penyelamatan keuangan negara. Prabowo menyadari bahwa langkah tegas penegakan hukum tidak selalu membuat semua pihak senang.
“Mungkin Anda tidak populer, tapi tidak populer bagi segelintir maling-maling itu. Anda didoakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden.
Pidato Presiden Prabowo ditutup dengan seruan penuh semangat yang menggema di seluruh ruangan.
“Teruskan perjuangan. Merdeka! Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Momen pidato di depan tumpukan uang triliunan rupiah ini menjadi pesan kuat bahwa pemerintahan Prabowo Subianto tidak main-main dalam menjaga kekayaan negara, serta berkomitmen penuh pada penegakan hukum, keadilan, dan kesejahteraan rakyat Indonesia.(Fe)
Source : Prabowo Subiyanto
.gif)