Notification

×

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Sulawesi Tengah: Mengusung Tema Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan Inklusif

Thursday, 4 December 2025 | December 04, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-16T05:49:59Z



 Palu, 3 Desember 2025 – Gubernur Sulawesi Tengah, Reni Alamadjido, memimpin peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kantor Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Palu, pada Rabu, 3 Desember 2025. Peringatan tahun ini mengusung tema "Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan." Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan serta mengangkat peran penyandang disabilitas dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif.

Rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional di Sulawesi Tengah berlangsung selama empat hari, dimulai sejak 30 November 2025. Berbagai lomba turut memeriahkan acara, mulai dari senam anak antar siswa SLB (Sekolah Luar Biasa), lomba fashion show, hingga lomba menyanyi solo yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, operator SLB, dan sekolah inklusi. Selain itu, lomba dekorasi antar OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan lingkup Dinas Pendidikan juga turut digelar.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reni Lamacido, dalam sambutannya menegaskan bahwa disabilitas bukanlah kekurangan, dan setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, memiliki potensi yang luar biasa. "Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap 3 Desember di seluruh dunia. Melalui peringatan ini, kami ingin mengingatkan bahwa kepemimpinan penyandang disabilitas sangat penting untuk menciptakan masa depan yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Reni Lamacido.

Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Yudiawati Windarusliana, menjelaskan bahwa tujuan utama peringatan ini adalah untuk memberikan dukungan terhadap komunitas penyandang disabilitas serta mendorong partisipasi mereka dalam kehidupan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat partisipasi penyandang disabilitas, baik di bidang pendidikan maupun dalam kehidupan sosial,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Yudiawati juga menekankan pentingnya pengembangan keterampilan bagi anak-anak disabilitas. "Kami ingin anak-anak disabilitas bisa mandiri dengan keterampilan yang dimiliki, sehingga mereka tidak hanya menjadi beban bagi keluarga atau lingkungan, tetapi bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat," tambahnya. Pihaknya juga mengungkapkan bahwa meskipun kekurangan jumlah guru yang memiliki kompetensi pendidikan luar biasa, pihak Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Program-program literasi dan numerasi yang dijalankan di SLB juga terus ditingkatkan, dengan anak-anak disabilitas menunjukkan kemampuan yang tidak kalah dengan anak-anak sekolah pada umumnya, terutama dalam membaca, menulis, dan menganalisis soal-soal yang diberikan dalam asesmen nasional.

Sebagai bagian dari penguatan kompetensi pendidik, Yudiawati juga menyoroti kekurangan jumlah guru dengan kompetensi pendidikan luar biasa. "Kami berupaya memperbaiki kualitas pendidikan dengan melibatkan guru-guru dari program pendidikan luar biasa yang akan diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, seperti Universitas Negeri Makassar," jelasnya.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Sulawesi Tengah tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam mewujudkan masa depan yang inklusif bagi semua, tanpa terkecuali bagi penyandang disabilitas.

×
Berita Terbaru Update
Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...