Notification

×

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Banjir Besar Terjang Tiga Provinsi di Sumatera: Ratusan Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur Parah

Thursday, 4 December 2025 | December 04, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-16T05:50:07Z

 




Banjir besar yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera telah menyebabkan kerusakan parah, baik pada infrastruktur maupun kondisi geografis wilayah tersebut. Bencana ini tidak hanya menelan ratusan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan rumah-rumah, jalan, serta fasilitas umum lainnya. Banyak warga yang kini terjebak dalam kesulitan, dengan beberapa daerah terendam banjir hingga menyebabkan ribuan orang harus mengungsi.

Salah satu kisah pilu datang dari keluarga-keluarga yang terdampak, seperti yang disampaikan salah seorang korban di daerah yang terkena bencana. "Untuk keluarga-keluarga kami di sini, kami sangat-sangat kekurangan. Barang-barang semua sudah habis. Bahkan baju saja kami tidak punya. Banyak yang kelaparan. Anak-anak di sini butuh makan, obat-obatan, tempat juga tidak ada, Pak. Udah hanyut semua. Kami butuh tenda, Pak. Kami butuh bantuannya," ungkapnya dengan penuh keprihatinan.

Pemerintah dan berbagai lembaga kemanusiaan terus bergerak untuk memberikan bantuan kepada korban bencana. Sebuah upaya nyata dalam menggalang dukungan datang dari laporan citra satelit dan foto udara yang menunjukkan perbandingan kondisi wilayah yang terdampak sebelum dan setelah bencana.

Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, perubahan yang sangat signifikan terlihat dari citra satelit. Pada Februari 2025, wilayah Palembayan di Kabupaten Agam masih terlihat utuh, namun pada 30 November 2025, foto udara menunjukkan rumah-rumah dan jalanan yang hancur akibat terjangan air bah. Hal serupa juga terlihat di Padang Panjang, yang sebelumnya merupakan daerah dengan pemandangan indah dan infrastruktur yang baik, kini tertutup lumpur dan reruntuhan.

Tak hanya itu, Kota Sibolga di Sumatera Utara juga mengalami kerusakan parah. Foto udara yang diambil pada 21 Maret 2024 menunjukkan permukiman yang masih utuh, namun setelah bencana pada 30 November 2025, sebagian besar wilayahnya hancur diterjang banjir bandang. Lumpur memenuhi jalanan dan rumah-rumah warga, menyisakan puing-puing kehancuran.

Banjir juga melanda wilayah Aceh, terutama di Aceh Timur dan Aceh Utara. Pada 6 September 2025, wilayah ini masih terlihat hijau dan normal, namun pada 30 November 2025, hampir seluruh wilayah terendam banjir. Dua kabupaten dengan jumlah pengungsi terbanyak, Aceh Utara dan Aceh Timur, tercatat memiliki lebih dari 212.000 orang yang mengungsi akibat bencana ini.

Di Kabupaten Pidijaya, Aceh, meskipun kondisi geografis masih terlihat baik pada 30 Oktober 2025, banjir yang terjadi pada 30 November 2025 menghancurkan dua kecamatan di wilayah tersebut. Puluhan ribu orang terpaksa mengungsi, dan jumlah korban jiwa pun terus bertambah.

Bencana ini tidak hanya menunjukkan kerusakan fisik yang parah, tetapi juga dampak sosial yang mendalam. Warga yang terdampak sangat membutuhkan bantuan darurat, termasuk pangan, obat-obatan, tenda, dan tempat pengungsian. Pemerintah dan lembaga kemanusiaan bekerja keras untuk menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Kondisi pasca-bencana menunjukkan perlunya upaya besar dalam pemulihan dan rehabilitasi daerah yang terdampak. Bantuan dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat Sumatera bangkit dari bencana ini.

×
Berita Terbaru Update
Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...