Spektrumid, Batam- Ratusan buruh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam turun ke jalan, Kamis 28 Agustus 2025.
Konsentrasi massa sudah terlihat sejak pagi di lapangan Temenggung Abdul Jamal.
Mereka menyuarakan aspirasi dalam aksi damai dibeberapa titik, diantaranya Kantor Wali Kota Batam, Graha Kepri dan PT Djitoe Mesindo, Tg.Uncang.
Dalam tuntutannya buruh menyampaikan 6 poin yang menjadi isyu nasional seperti,
Hapus outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM), Stop PHK dengan membentuk Satgas PHK, Lakukan reformasi pajak perburuhan, Sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law dan Berantas korupsi dengan mengesahkan RUU Perampasan Aset serta Revisi UU Pemilu.
Sedangkan 3 tuntutan untuk pihak terkait di Batam,
Manajemen PT Djitoe Mesindo segera mendaftarkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), Hapus UWTO <200m yang dianggap memberatkan masyarakat dan Tingkatkan pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Batam.
Aksi buruh ini juga mendapat pengawalan ketat ratusan personel gabungan Polda Kepri dan Polresta Barelang.
Menurut Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin, sebanyak 261 personel yang ditugaskan dalam pengamanan tersebut, 61 personel Brimob dan 50 Samapta Polda Kepri kemudian 150 dari Polresta Barelang yang sebar di berbagai titik konsentrasi massa. Mulai dari Tumenggung Mukakuning hingga Batamcenter.
Pengawalan dilakukan, agar aksi buruh berjalan aman dan tertib.
.gif)