Di Belgia: Kesepakatan Perdagangan Bersejarah dengan Uni Eropa
Di Brussel, Presiden Prabowo bertemu dengan tiga pemimpin kunci: Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, dan Raja Belgia Philippe. Pertemuan ini menghasilkan pencapaian monumental berupa penyelesaian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa setelah 10 tahun negosiasi sejak 2016.
"Ada sejarah baru. Tarif ekspor Indonesia yang sebelumnya 10-20 persen kini turun menjadi 0 persen untuk pasar Uni Eropa. Ini peluang besar bagi industri, investasi, dan ekonomi Indonesia," tegas Teddy. Dengan populasi pasar Uni Eropa mencapai 700 juta jiwa, kesepakatan ini membuka akses seluas-luasnya bagi produk Indonesia di 27 negara anggota.
Di Perancis: Kehormatan Langka di Hari Nasional
Di Paris, Presiden Prabowo mencatatkan momen bersejarah sebagai tamu kehormatan pada peringatan Hari Nasional Perancis (Bastille Day) atas undangan khusus Presiden Emmanuel Macron. Teddy menekankan bahwa undangan ini sangat selektif—dalam dekade terakhir, hanya Presiden AS Donald Trump (2017) dan PM India Narendra Modi (2023) yang mendapat kehormatan serupa.
"Kemeriahan ini disaksikan jutaan pasang mata dunia. Tampil gagahnya prajurit TNI dalam parade militer menjadi bukti bahwa Indonesia semakin diperhitungkan dan berpengaruh di tingkat global," ujarnya bangga.
Dampak Global
Teddy menegaskan, kunjungan ini bukan sekadar diplomasi rutin, melainkan bukti konkret peningkatan posisi tawar Indonesia. "Presiden Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya peserta, tapi pemain utama dalam percaturan dunia," tandasnya.
Dengan capaian ini, pemerintah optimis hubungan Indonesia-Eropa akan memasuki babak baru, baik di bidang ekonomi, pertahanan, maupun kerja sama multilateral.(F)
.gif)
