Notification

×

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Hashim Resmikan Pabrik Ramah Lingkungan Pertama

Friday, 11 July 2025 | July 11, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-11T11:56:18Z


Spetrum id
, Batam- Hashim S. Djojohadikusumo meresmikan beroperasinya pabrik PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA)

di kawasan industri Tunas Prima, Kota Batam Kepulauan Riau, Kamis 10 Juli 2025.

Pabrik ini merupakan anak usaha dari Arsari Tambang dan disebut sebagai fasilitas produksi solder berbasis timah yang menggunakan pendekatan ramah lingkungan.

Pabrik PT Solder Tin Andalan Indonesia dibangun sejak 10 Mei 2024 di atas lahan seluas 6.500 meter persegi memiliki kapasitas produksi awal sebesar 2.000 ton batang solder per tahun.




Perusahaan menargetkan ekspansi kapasitas hingga 16.000 ton per tahun dengan mencakup produk kawat, bubuk, dan pasta solder. Target pendapatan tahunan diproyeksikan mencapai Rp1 triliun.

Kehadirannya juga dinilai sangat relevan dengan ASTACITA Presiden RI dalam mendorong hilirisasi industri berbasis sumber daya alam.

Pabrik ini juga disebut-sebut menjadi simbol kuat dari akselerasi industrialisasi Kepri, khususnya di sektor hilirisasi timah.

Komisaris Utama Arsari Tambang Hashim S. Djojohadikusumo mengatakan, dirinya mendukung hilirisasi nasional dan menjawab tantangan global transisi energi serta keberlanjutan. Ini merupakan awal dari perjalanan panjang Arsari Tambang menuju industri pertambangan yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.

Hashim menjelaskan, operasional pabrik menggunakan pasokan listrik dari sumber energi baru dan terbarukan (EBT) yang telah tersertifikasi sertifikat energi terbarukan (REC) PLN. Bangunan pabrik juga dirancang dengan atap transparan untuk memaksimalkan pencahayaan alami guna mengurangi konsumsi listrik.




Sementara Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo, mengatakan pendirian pabrik solder ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem industri timah nasional.

"Melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dan kemitraan strategis, kami ingin menunjukkan bahwa industri pertambangan juga dapat menjadi pelopor dalam keberlanjutan," ujarnya.

Peresmian ini juga dihadiri tokoh-tokoh penting seperti

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Gubernur Kepri dan Wakil serta 

Wali Kota Batam dan Wakil yang masing-masing juga merangkap petinggi BP Batam. Serta perwakilan industri nasional dan internasional seperti PT Freeport Indonesia dan Huayou Group (B)

×
Berita Terbaru Update
Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...