Notification

×

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Stania dan Freeport Sepakat Jual Beli Bahan Baku Logam

Friday, 11 July 2025 | July 11, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-11T13:13:02Z



Spektrum id, Batam- PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA) perusahaan yang dikembangkan oleh Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto dan PT Freeport Indonesia (PTFI) sepakati jual beli bahan baku logam berupa perak dan timbal.

Kesepakatan ini ditandai dengan menandatanganan pokok-pokok perjanjian (Heads of Agreement/ HoA) oleh Direktur STANIA Sudarno dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas di kawasan Tunas Prima  Industrial Estate, Batam, Kamis 10 Juli 2025.

Disaksikan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu serta Direktur Utama PT Arsari Tambang Aryo Djojohadikusumo disepakati, Freeport Indonesia akan memasok sekitar 10 ton perak dan 250 ton timbal per tahun dari fasilitas pemurnian logam mulia (precious metal refinery/ PMR) milik PT Freeport Indonesia kepada Stania. 

Bahan baku ini akan digunakan untuk memproduksi solder tin, yaitu bahan penyambung logam dalam industri elektronik.

Menurut Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, fasilitas pemurnian logam mulia dapat menyuplai kebutuhan industri dalam negeri. Dia juga mengatakan, permintaan bahan logam seperti perak dan timbal dapat digunakan oleh berbagai sektor industri, termasuk otomotif dan elektronik.

Fasilitas PMR milik PTFI telah memproduksi perak batangan sejak Juli 2025 dengan kapasitas pertahunnya 50 ton emas, 200 ton perak, 2.000 ton timbal serta logam Platinum Group seperti 30 kilogram (kg) platinum dan 375 kg paladium. 

"PTFI memproduksi perak dan juga by product lainnya seperti timbal. Itu yang kemudian akan kita suplai ke Stania untuk campuran solder tin," kata ujar Tony Wenas.

Sedangkan Direktur STANIA Sudarno menyebut, kebutuhan bahan baku untuk perusahaannya saat ini mencapai 250 ton timbal dan 10 ton perak per tahun. Keduanya digunakan sebagai bahan paduan untuk produksi solder tin. 

Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya pemanfaatan sumber daya dalam negeri dan pengurangan ketergantungan terhadap bahan impor.

Kesepakatan ini akan dilanjutkan dengan pembahasan menuju perjanjian definitif.

Selanjutnya kedua perusahaan akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menjalin kerja sama jangka panjang di bidang penyediaan bahan baku logam.

"Dengan penguatan pengadaan bahan baku domestik, perusahaan tidak bergantung terhadap impor," katanya (B)

×
Berita Terbaru Update
Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...