-->

Notification

×

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Festival Egrang ke-13: Bupati Jember Muhammad Fawait Soroti Kemiskinan dan Harapan Investasi untuk Bangkitkan Daerah

Saturday, 26 July 2025 | July 26, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-26T06:20:46Z



Spektrum Jember , 26 Juli 2025 — Festival Egrang ke-13 di Kabupaten Jember tak hanya menjadi panggung budaya yang meriah, tetapi juga menjadi momen penting bagi Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. untuk menyampaikan kegelisahan dan harapan besar terhadap masa depan Kabupaten Jember di hadapan para pejabat tinggi nasional.

Dalam sambutannya yang penuh semangat dan diselingi canda, Bupati Fawait membuka dengan sapaan hangat kepada tamu-tamu penting, di antaranya Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta Wakil Menteri Koperasi dan UKM Hefi Moreza.

"Kalau dulu saya lihat Bu Wamen hanya di TV, sekarang bisa makan bareng," ujarnya disambut tawa para hadirin.

Namun, suasana kemudian berubah menjadi penuh keprihatinan ketika Fawait mulai menyinggung kondisi sosial-ekonomi di Jember. Ia menegaskan bahwa Jember, sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga di Jawa Timur, masih dihantui kemiskinan absolut dan ekstrem yang tinggi.

“Jumlah warga miskin kami mencapai lebih dari 224 ribu. Ini bukan prestasi. Bahkan angka stunting, kematian ibu dan bayi, hingga kekerasan seksual terhadap anak juga tinggi. Semua itu berakar dari kemiskinan,” tegasnya di hadapan pejabat pusat dan daerah.

Bupati Fawait yang baru menjabat selama lima bulan ini memaparkan dua strategi utama untuk keluar dari jeratan kemiskinan: mendorong investasi dan mengembangkan pariwisata daerah. Namun tantangan besar menghadang, karena Jember saat ini dinilai kurang menarik bagi investor akibat keterbatasan infrastruktur.




“Kami tidak punya pelabuhan, bandara mati suri, jalan tol belum menyentuh. Investor melihat Jember seolah-olah terisolir,” katanya. Ia pun memohon dukungan dari pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur dipercepat, termasuk realisasi tol yang akan melewati Jember Utara—daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di kabupaten itu.

Di sektor pariwisata, Festival Egrang yang digagas komunitas Tanoker dijanjikan akan menjadi event resmi tahunan Pemerintah Kabupaten Jember. Ia berharap festival ini bisa tumbuh menjadi ajang bertaraf internasional, seperti halnya Jember Fashion Carnaval (JFC).

“Kami ingin menghidupkan pariwisata sebagai penggerak ekonomi rakyat. Dengan pariwisata dan event-event nasional diadakan di Jember, perputaran uang akan terjadi dan ekonomi masyarakat bisa bergerak,” paparnya.

Bupati juga menjelaskan kebijakan yang tengah disusun untuk memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah, terutama yang masuk dalam desil 1 dan 2. Mereka akan diberikan pelatihan, alat usaha, dan ruang berjualan di tempat strategis seperti sekolah dan alun-alun kecamatan.

“Kami ingin mereka bisa punya penghasilan. Dengan itu, kemiskinan bisa ditekan, dan saya percaya, kekerasan terhadap anak dan perempuan juga akan ikut menurun,” ungkapnya penuh harap.

Menutup sambutannya, Fawait menyampaikan permohonan maaf jika penyambutan pada festival tahun ini belum sempurna. Ia berjanji akan meningkatkan kualitas acara di masa mendatang.

“Selamat datang di Jember. Semoga ke depan, jika Bu Wamen dan Pak Wamen kembali, kita bisa sambut dengan kondisi dan acara yang lebih besar dan lebih baik,” tutupnya.

Festival Egrang ke-13 ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan budaya dan ekonomi lokal. Dengan sinergi pusat dan daerah, Jember menatap masa depan yang lebih sejahtera.

×
Berita Terbaru Update
Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...