-->

Notification

×

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Ribuan WNI Laporkan Diri ke KBRI Phnom Penh di Tengah Operasi Pemberantasan Penipuan Daring

Wednesday, 28 January 2026 | January 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-28T05:10:13Z

 

 

Phnom Penh – Jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang melapor langsung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh terus bertambah seiring dengan operasi pemberantasan sindikat penipuan daring yang dilakukan Pemerintah Kamboja. Dalam kurun waktu 16 hingga 26 Januari 2026 pukul 23.00, tercatat sebanyak

KBRI Phnom Penh terus melakukan penanganan secara intensif terhadap para WNI tersebut. Langkah yang ditempuh meliputi pendataan identitas, asesmen kasus, hingga penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan.

Sejumlah WNI yang masih memiliki paspor dan tidak terkendala persoalan denda keimigrasian dilaporkan telah kembali ke Indonesia secara mandiri. Sementara itu, WNI yang telah difasilitasi pembuatan dokumen perjalanan sementara serta permohonan keringanan denda keimigrasian juga mulai mempersiapkan kepulangan dengan membeli tiket secara mandiri. Salah satu di antaranya adalah 46 WNI yang dijadwalkan pulang ke tanah air pada 30 Januari 2026.

Untuk memperkuat koordinasi pengamanan dan penanganan WNI, Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto melakukan pertemuan dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja sekaligus Kepala Kepolisian Phnom Penh, Letnan Jenderal Chuon Narin, pada Senin (26/1). Dalam pertemuan tersebut, Dubes RI menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kamboja, termasuk penyediaan lokasi penampungan sementara serta peningkatan pengamanan di lingkungan KBRI dan tempat penampungan WNI.

 

Letjen Chuon Narin menyampaikan harapan agar seluruh WNI yang telah keluar dari jaringan sindikat penipuan daring dapat segera kembali ke Indonesia. Ia menegaskan Kepolisian Phnom Penh akan terus memantau kondisi keamanan para WNI, sekaligus mencermati potensi risiko kesehatan, termasuk penyakit menular, seiring meningkatnya jumlah WNI di lokasi penampungan. Koordinasi dengan instansi terkait akan dilakukan untuk langkah-langkah pencegahan.

Selain itu, Kepolisian Phnom Penh juga memastikan akan mengambil langkah-langkah khusus agar kedatangan warga negara asing ke ibu kota, pasca keluar dari pusat-pusat penipuan daring di berbagai daerah, tidak mengganggu ketertiban umum di Phnom Penh.

Usai pertemuan tersebut, Dubes RI turut menemui 19 WNI yang tengah ditampung oleh Kepolisian Phnom Penh. Sebagian dari mereka yang telah memiliki paspor dilaporkan sudah membeli tiket untuk segera kembali ke Indonesia. Sementara WNI lainnya akan difasilitasi pembuatan dokumen perjalanan sementara agar dapat menyusul kepulangan rekan-rekannya.

KBRI Phnom Penh mengimbau seluruh WNI untuk tetap bersabar dan mengikuti seluruh proses yang sedang berjalan. WNI yang telah memiliki paspor maupun SPLP diminta segera mempersiapkan kepulangan ke Indonesia secara mandiri.

Keluarga WNI di tanah air juga diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi melalui media terpercaya serta rilis resmi dan kanal media sosial KBRI Phnom Penh. KBRI mengingatkan agar masyarakat mewaspadai upaya penipuan yang mengatasnamakan KBRI Phnom Penh dalam proses pemulangan WNI dari Kamboja.((FR)

Source : KBRI Phnom Penh 

×
Berita Terbaru Update
Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...