Pada ajang CES 2026 di Las Vegas, pendiri sekaligus CEO Nvidia, Jensen Huang, menyoroti perubahan mendasar yang sedang terjadi di dunia komputasi. Dalam pidato utamanya, Huang menjelaskan bahwa industri komputer kini mengalami dua pergeseran platform besar sekaligus: yaitu pergeseran ke aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan perubahan fundamental dalam cara perangkat lunak dikembangkan.
Huang menekankan bahwa setiap 10 hingga 15 tahun, industri komputer memang mengalami pergeseran platform, tetapi kali ini perubahannya lebih drastis. Bukan hanya aplikasi yang kini dibangun di atas AI, tetapi cara pengembangan perangkat lunak juga berubah dari memprogram secara tradisional menjadi melatih perangkat lunak menggunakan GPU.
Huang juga mencatat bahwa revolusi AI ini mengubah cara komputasi dijalankan: aplikasi tidak lagi sekadar dikompilasi dan dijalankan, tetapi mampu memahami konteks dan menghasilkan output secara real-time. Hal ini menuntut modernisasi besar-besaran dalam industri komputasi, dengan ribuan miliar dolar investasi mengalir ke pengembangan teknologi AI.
Secara keseluruhan, Huang menegaskan bahwa tahun 2025 telah menjadi tahun yang luar biasa, dan Nvidia melihat ke depan ke arah masa depan komputasi yang didorong oleh agen AI yang mampu bernalar dan beradaptasi. Dengan ini, Nvidia bersiap untuk memimpin era baru di mana kecerdasan buatan menjadi fondasi utama dari setiap lapisan industri teknologi.
Source : Routers
.gif)