Jakarta, 14 Januari 2026 — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Gedung Kementerian Luar Negeri RI, Pejambon, Jakarta. Pernyataan ini juga disiarkan secara lengkap melalui kanal YouTube Partai GerindraTV, yang turut meliput dan membagikan jalannya acara kepada publik.
Dalam pernyataannya, Menlu Sugiono menegaskan bahwa kondisi geopolitik global saat ini berada dalam fase yang rapuh, dengan garis batas yang semakin kabur antara situasi konflik dan perdamaian. Ia menyebut bahwa pelanggaran terhadap hukum internasional semakin sering terjadi, sehingga Indonesia memerlukan pendekatan diplomasi yang berlandaskan realisme, kesiapsiagaan, serta kewaspadaan strategis. Dunia saat ini, menurutnya, tidak lagi memberikan ruang bagi kebijakan luar negeri yang hanya bersifat idealis tanpa fondasi situasional yang kuat.
Perlindungan Warga Negara Indonesia kembali disebut sebagai pilar utama diplomasi Indonesia. Sepanjang tahun 2025, pemerintah berhasil memulangkan 27.768 WNI dari berbagai situasi krisis, termasuk konflik bersenjata dan kejahatan transnasional seperti penipuan daring dan judi online. Angka tersebut menjadi bukti bahwa diplomasi Indonesia tetap menempatkan keselamatan warga negara sebagai prioritas tertinggi.
Menlu Sugiono juga mengumumkan pembentukan unit kerja khusus untuk pemberdayaan diaspora Indonesia. Unit ini dirancang untuk memperkuat peran diaspora dalam pembangunan nasional serta memberikan akses mobilitas kerja yang lebih luas bagi warga negara yang tinggal di luar negeri.
Dalam bidang kerja sama internasional, Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap berada dalam sistem multilateralisme. Namun, komitmen ini dibarengi dengan dorongan agar sistem multilateral direformasi agar relevan dengan tantangan baru global. Indonesia juga terus memberikan perhatian pada penyelesaian krisis internasional, termasuk dukungan terhadap solusi damai untuk Palestina dan berbagai isu kemanusiaan lain.
Acara PPTM 2026 turut dihadiri oleh tokoh-tokoh diplomasi senior seperti mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Alwi Shihab, menunjukkan kontinuitas dan dukungan terhadap arah kebijakan luar negeri Indonesia.(fr)
Source: Partai Gerinda
.gif)