Notification

×

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Grok Dilarang Mengedit Gambar Tak Senonoh di Wilayah yang Melarang, Kata X

Friday, 16 January 2026 | January 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-16T06:27:54Z


Elon Musk melalui platform X menyatakan bahwa chatbot kecerdasan buatan miliknya, Grok, kini memberlakukan pembatasan lebih ketat terhadap fitur pembuatan dan pengeditan gambar. Kebijakan ini hadir setelah muncul gelombang kritik global akibat maraknya penggunaan Grok untuk membuat deepfake seksual non-konsensual yang melibatkan orang nyata.

Tekanan terbaru datang setelah otoritas California membuka investigasi resmi terhadap potensi penyalahgunaan teknologi tersebut. Selain itu, sejumlah negara seperti India, Malaysia, Indonesia, dan Inggris juga mulai melakukan pemeriksaan, melarang penggunaan chatbot tersebut, atau menyerukan aturan yang lebih ketat.

Menurut pernyataan terbaru, Grok kini mencegah pengeditan gambar orang nyata yang mengenakan pakaian terbuka, termasuk bikini atau pakaian dalam. Namun, pembatasan tersebut hanya berlaku di yurisdiksi yang secara hukum melarang praktik tersebut, menimbulkan perdebatan mengenai efektivitasnya dalam mencegah penyalahgunaan secara global.

Pekan lalu, perusahaan Musk juga mengumumkan bahwa fitur pengolahan gambar Grok akan dibatasi hanya untuk pengguna berlangganan premium. Musk sendiri selama ini memasarkan Grok sebagai chatbot yang lebih berani dan memiliki lebih sedikit pembatasan dibandingkan pesaingnya, termasuk ChatGPT.

Pada akhir tahun lalu, Grok meluncurkan fitur generasi gambar yang dilengkapi mode “spicy”, yang kemudian menjadi sorotan karena risiko penyalahgunaan yang tinggi.(FR)

Sumber: Associated Press

×
Berita Terbaru Update
Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...