-->

Notification

×

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Demo Mahasiswa di Timor Leste: Rencana Mobil Baru untuk Anggota Parlemen Jadi Sorotan

Tuesday, 16 September 2025 | September 16, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-16T13:23:02Z

 


Dili, Timor Leste – 16 September 2025 – Hari ini, ratusan mahasiswa di Timor Leste turun ke jalan, menggelar aksi demo besar di depan Gedung Parlemen Nasional di Dili. Aksi ini dipicu oleh rencana pemerintah yang ingin membeli 65 mobil baru untuk anggota parlemen, yang kabarnya menghabiskan dana sebesar 4 juta dolar AS.

Para mahasiswa menganggap bahwa pembelian mobil baru ini tidak pantas dilakukan, apalagi di tengah kondisi negara yang masih banyak rakyatnya yang hidup dalam kemiskinan. Banyak yang merasa uang tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat banyak, seperti memperbaiki layanan pendidikan dan kesehatan yang masih kekurangan.

Awalnya, demo berjalan damai, dengan mahasiswa membawa spanduk dan mengeluarkan orasi yang menentang rencana pembelian mobil mewah itu. Namun, suasana mulai memanas ketika beberapa orang melemparkan batu ke arah gedung parlemen dan merusak beberapa kendaraan. Polisi pun langsung mengeluarkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa, yang mengakibatkan beberapa orang terluka.


Pemerintah sendiri beralasan bahwa mobil yang sekarang digunakan oleh anggota parlemen sudah sangat tua dan tidak layak lagi. Ketua Parlemen Maria Fernanda Lay pun membenakan keputusan tersebut, mengatakan bahwa mobil baru dibutuhkan untuk menunjang mobilitas anggota dewan. Namun, banyak orang merasa alasan itu tidak cukup untuk membenarkan pengeluaran yang sangat besar di tengah krisis ekonomi yang masih melanda banyak keluarga.

Demo ini bukan hanya soal mobil baru, tapi lebih dari itu. Ini menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap lebih memikirkan kenyamanan para pejabat ketimbang kebutuhan dasar rakyat. Bahkan, beberapa partai oposisi mengatakan mereka akan menarik dukungan terhadap rencana pembelian mobil itu.

Sementara itu, pemerintah berharap agar masyarakat tetap tenang dan memberi kesempatan bagi legislatif untuk mengatasi masalah ini melalui proses yang lebih resmi. Namun, satu hal yang jelas: protes ini menggambarkan ketegangan antara pengelolaan anggaran negara dan kesulitan yang dialami oleh masyarakat Timor Leste yang masih berjuang untuk keluar dari kemiskinan.

×
Berita Terbaru Update
Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...