-->

Notification

×

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Digeruduk Massa: Kekacauan, Ketegangan, dan Suara Warga

Saturday, 30 August 2025 | August 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-30T11:07:06Z



Tanjung Priok, Jakarta Utara — Sabtu sore, 30 Agustus 2025 menjadi saksi bisu ketegangan di sebuah gang sempit yang biasanya tenang. Rumah megah milik Ahmad Sahroni, anggota DPR sekaligus politisi Partai NasDem, mendadak menjadi pusat perhatian setelah ratusan massa datang dengan kemarahan yang meluap-luap.

Suasana awalnya seperti siang biasa. Anak-anak masih bermain di gang, pedagang asongan hilir mudik, dan warga duduk santai di depan rumah. Namun menjelang pukul 15.00 WIB, suara teriakan mulai terdengar. Sekelompok orang berbondong-bondong mendekat ke rumah Sahroni. Teriakan berubah menjadi dorongan, lalu batu melayang ke arah pagar dan jendela rumah.

Tidak butuh waktu lama sebelum pagar rumah didobrak. Warga yang awalnya hanya menonton, mulai panik. Beberapa memilih mundur dan mengamankan anak-anak mereka, sementara sebagian lagi berteriak memperingatkan tetangga.




Begitu massa masuk, rumah yang dikenal mewah itu seketika menjadi medan amuk. Barang-barang berharga seperti televisi, AC, action figure koleksi, hingga furnitur berjatuhan dan hancur. Ada yang merampas, ada yang merusak. Video amatir warga memperlihatkan dinding penuh coretan, pecahan kaca berserakan, dan perabot rumah yang terbalik.

Seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya berkata,

“Kami semua takut, tidak ada yang bisa menghentikan mereka. Orang-orang hanya ingin merusak dan mengambil apa yang bisa mereka bawa.”

Sekitar pukul 16.40 WIB, warga sekitar akhirnya memblokade jalan dengan motor dan barang seadanya untuk menghambat kerumunan. Ketegangan semakin terasa ketika aparat kepolisian tiba dan berusaha menenangkan massa yang tersisa. Namun, kerusakan sudah terlanjur parah.



Rumah Sahroni kini lebih mirip bangunan kosong pasca-kerusuhan daripada kediaman pejabat negara. Aroma asap tipis dari barang-barang yang dibakar terasa di udara, bercampur dengan suara sirene dan teriakan warga.

Hingga malam hari, tidak ada pernyataan resmi dari pihak Sahroni maupun Partai NasDem. Di gang sempit Tanjung Priok itu, warga hanya bisa saling bercerita dengan nada khawatir. Mereka takut kericuhan ini menjadi awal gelombang amarah yang lebih luas.

“Dulu rumah ini jadi kebanggaan kampung karena pemiliknya orang sukses. Sekarang malah jadi simbol kemarahan,” ujar seorang warga tua sambil menatap reruntuhan pagar.

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa ketidakpuasan publik bisa memuncak kapan saja. Di balik semua sorotan politik, rumah yang pernah berdiri anggun kini menjadi monumen amarah. Situasi Tanjung Priok malam itu sepi, tapi ketegangan masih terasa seperti bara yang belum padam.

×
Berita Terbaru Update
Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...