Notification

×

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

212 Merek Beras Bermasalah, Konsumen Terancam Rugi Hingga Rp99 Triliun

Sunday, 13 July 2025 | July 13, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-13T05:01:54Z



Spektrum Id Jakarta, 13 Juli 2025 - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan temuan mengejutkan dalam konferensi pers terbaru: sebanyak 212 merek beras, baik jenis premium maupun medium, yang beredar di pasaran tidak memenuhi standar mutu. Temuan ini hasil dari investigasi yang dilakukan Kementerian Pertanian di 10 provinsi.

“Dari 212 merek, ada yang tidak terdaftar mereknya, beratnya tidak sesuai, dan bahkan kandungan butirannya tidak memenuhi syarat. Ini lebih dari 80 persen yang bermasalah,” ujar Amran. Ia juga menyebutkan bahwa banyak produk tersebut dijual dengan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Pelanggaran ini mencakup ketidaksesuaian terhadap Permentan Nomor 31 Tahun 2017 dan Perkaba PANAS Nomor 2 Tahun 2023, yang mengatur standar mutu dan ketentuan distribusi beras nasional.

Tak tanggung-tanggung, kerugian yang diperkirakan ditanggung oleh konsumen akibat praktik ini mencapai Rp99 triliun per tahun.

“Ini sangat merugikan konsumen dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap kualitas pangan nasional,” lanjutnya.

Sebagai respons atas temuan tersebut, Kementerian Pertanian menggandeng Satgas Pangan Mabes Polri dan Kejaksaan Agung RI untuk menindaklanjuti kasus ini secara hukum. Pemerintah berkomitmen menindak tegas praktik curang yang diduga melibatkan mafia pangan.

“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga ketersediaan pangan yang aman, cukup, dan berkelanjutan. Pangan adalah pilar utama ketahanan bangsa,” tegas Amran.

Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih produk beras dan melaporkan jika menemukan kejanggalan terkait mutu dan harga di lapangan.

×
Berita Terbaru Update
Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...